[Fakta] Ritual Lang Pa Cha: Di Thailand Menguliti, Mencincang, Memasak dan Memakan Bangkai Manusia

0
6793

Fakta Dibalik Ritual Lang Pa Cha Menguliti, Mencincang dan Makan Mayat Manusia

Ritual Lang Pa Cha Agama Budha Makan Mayat Manusia

Bangtohir.com – [Clarified Foto] Pernahkah Kamu melihat foto yang beredar begitu cepat di media sosial yang menunjukan ada sejumlah orang sedang mengelilingi, menguliti, mencincang dan kemudian memasak serta terlihat seperti Memakan daging Bangkai Manusia?…

Jika Kamu belum Pernah Melihatnya, Baguslah! artinya kamu belum sempat termakan isu SARA yang menimbulkan banyak kontroversi dengan beragam jejak pendapat dan Caci makian.

Tersebar Sejumlah Foto dengan runtutan kejadian yang begitu mengundang perhatian dan komentar Netizen, Foto Tersebut diambil pada tanggal 13 Maret 2009 di pemakaman di provinsi barat daya Thailand (Prachaub Khiri Khan Province),Sejak itu foto tersebut terus beredar tanpa henti menjadi viral didunia maya dengan disertai status pengantar yang berbeda-beda. Ada yang menjelekan satu ras, mencela sebagian yang lain dan komentar miring berdatangan dengan tanpa ampun.

Usut Punya usut, Ternyata sekumpulan foto tersebut awal mulanya muncul di salah satu Forum Internet sejenis Kaskus indonesia. Forum yang dimaksud ialah: Nairaland.com – Disana tertulis Judul “Thai People Eating Man Gory“.

Ternyata sejak itu foto ini terus bertebaran hingga sekarang dan setiap kali dibagikan selalu mendapatkan tanggapan yang begitu banyak, terlebih saat foto tersebut dibagikan dengan diiringi status memojokan yang bernada SARA. saya sendiri sempat hampir melayangkan komentar, tapi pikiran membawa saya untuk mencari kebenaran tentang foto tersebut hingga akhirnya terjawablah sudah dengan adanya klarifikasi dari pihak yang thailand.

Perhatikan Deretan sekumpulan Foto – Foto Berikut Ini yang sangat mengundang emosi para netizen dimedia sosial khusunya facebook dan sebagian website juga banyak yang mengulas foto tersebut dengan nada yang berbeda-beda.

Ritual-Lang-Pa-Cha-Kejadian-Aneh-Makan-Bangkai-Manusia-Meninggal-01

Foto Kedua terlihat Mayat seorang berkulit hitam Masih Utuh tapi bukan orang negara lain melainkan orang thailand yang mayatnya sudah membiru alias bengkak:

ritual-lang-pa-cha-kejadian-aneh-makan-bangkai-manusia-meninggal-01

Kemudian Sudah menjadi Setengah badan:

ritual-lang-pa-cha-kejadian-aneh-makan-bangkai-manusia-meninggal-02

Mulai terlihat Proses Pengulitan dan Pemotongan Daging:

ritual-lang-pa-cha-kejadian-aneh-makan-bangkai-manusia-meninggal-03

Pemotongan Bagian Kepala pun berlajut:

ritual-lang-pa-cha-kejadian-aneh-makan-bangkai-manusia-meninggal-04

Terus berlanjut pemotongan bagian Lain:

ritual-lang-pa-cha-kejadian-aneh-makan-bangkai-manusia-meninggal-05

Next…

ritual-lang-pa-cha-kejadian-aneh-makan-bangkai-manusia-meninggal-06

Pemotongan Bagian Daging terjadi begitu menggelikan dan menjijikan:

ritual-lang-pa-cha-kejadian-aneh-makan-bangkai-manusia-meninggal-07

Masih Proses Pengambilan Daging Manusia yang bersangkutan:

ritual-lang-pa-cha-kejadian-aneh-makan-bangkai-manusia-meninggal-08

Pembedahan isi Jeroan gan, Mualai sadis…

ritual-lang-pa-cha-kejadian-aneh-makan-bangkai-manusia-meninggal-09

Mulai Proses Pengulitan Kepala…

ritual-lang-pa-cha-kejadian-aneh-makan-bangkai-manusia-meninggal-010

Tangan Dipotong – potong kecil…

ritual-lang-pa-cha-kejadian-aneh-makan-bangkai-manusia-meninggal-011

Masih Edisi jeroan yang dibersihin…

ritual-lang-pa-cha-kejadian-aneh-makan-bangkai-manusia-meninggal-012

Wow…Nih Cewek dengan begitu PD ya…

 

ritual-lang-pa-cha-kejadian-aneh-makan-bangkai-manusia-meninggal-013

Dia Mulai senyum-senyum sendiri…

ritual-lang-pa-cha-kejadian-aneh-makan-bangkai-manusia-meninggal-014

Udah kayak mlorotin daging binatang aja ya…

ritual-lang-pa-cha-kejadian-aneh-makan-bangkai-manusia-meninggal-015

Sudah Mulai ke Proses pemotongan Rangka…

ritual-lang-pa-cha-kejadian-aneh-makan-bangkai-manusia-meninggal-017

Foto-Foto Dulu ye gan…

ritual-lang-pa-cha-kejadian-aneh-makan-bangkai-manusia-meninggal-018

“Dagingpun keliatannya Mulai Dimasak pake potongan Drum Kaleng…”

ritual-lang-pa-cha-kejadian-aneh-makan-bangkai-manusia-meninggal-019

“Ini udah mateng, keliatan jijik banget ya…”

ritual-lang-pa-cha-kejadian-aneh-makan-bangkai-manusia-meninggal-020

“Sepertinya dia Mulai lapar dan bersiap-siap menyantap dagingnya…”

ritual-lang-pa-cha-kejadian-aneh-makan-bangkai-manusia-meninggal-021

Dia Masih Serius Menguliti Kepala…

ritual-lang-pa-cha-kejadian-aneh-makan-bangkai-manusia-meninggal-022

Masih Edisi Pengulitasn Bagian Kepala…

 

ritual-lang-pa-cha-kejadian-aneh-makan-bangkai-manusia-meninggal-023

Lagi – Lagi kepala belum selesai di eksekusi…

ritual-lang-pa-cha-kejadian-aneh-makan-bangkai-manusia-meninggal-024

Si Mbah Pun Akhirnya Turun tangan…

ritual-lang-pa-cha-kejadian-aneh-makan-bangkai-manusia-meninggal-025

Ngambil Isi Otaknya dulu kayaknya tuh…

ritual-lang-pa-cha-kejadian-aneh-makan-bangkai-manusia-meninggal-026

Si Mbah Lagi Pamer Tengkorak yang udah dikulitin…

ritual-lang-pa-cha-kejadian-aneh-makan-bangkai-manusia-meninggal-027

Mereka dengan begitu bangga berfoto selfie bersama…

ritual-lang-pa-cha-kejadian-aneh-makan-bangkai-manusia-meninggal-028

Itulah Sekumpulan Foto Unik bin Aneh Ritual Lang Pa Cha untuk memproses mayat manusia seperti terlihat di foto.

Kabarnya Dalam kejadian pada 13 Maret 2009 tersebut, ada sebanyak 64 mayat yang harus diurus. itu sebabnya Jika semua mayat langsung dikremasi begitusaja, akan menghabiskan banyak waktu, lahan, dan bahan bakar sehingga para relawan memutuskan untuk melakukan mutilasi dan memisahkan daging dan tulang mayat tersebut untuk memudahkan menumpuk sisa-sisa mayat untuk dikremasi.

Perlu juga diketahui::: Bahwasanya Para relawan dalam ritual ini sebagian besar adalah bagian dari para staf medis atau kru SAR/tanggap darurat (mudah diidentifikasi dari seragam yang mereka kenakan berwarna Biru ada Id Card / putih dan kartu id) mereka dipilih karena mereka tidak mudah jijik dengan hal tersebut.

Dalam Tradisi Budha, Mereka yang diizinkan untuk ikut proses ritual keagamaan ini adalah harus yang benar-benar Vegetarian untuk membersihkan pikiran mereka sebelum dan sesudah dilakukannya ritual.

Jadi kalau diatas ada foto foto para relawan yang sedang memasak daging dan seperti ingin makan makanan katanya sama sekali tidak ada hubungannya dengan kanibalisme atau memakan daging mayat manusia.

 

Klarifikasi pertama diluncurkan oleh salah satu member forum yang saya sebutkan diatas, Karena ia juga begitu penasaran atas kebenaran foto tersebut ia pun akhirnya menghubungi Royal Thai Embassy setempat melalui email untuk mendapatkan klarifikasi.

Kemudian Berikut Bentuk Klarifikasi berupa balasan Email dari penanya kepada pihak Tahailand:

From: Kudatara Nagaviroj [mailto:kudatara@hotmail.com]
Sent: 14 February 2011 03:58 PM
To: josine@thaiembassy.co.za; tgsibiya@googlemail.com
Subject: RE: Thai Cannibalism

Dear Mr. Sibiya,

First of all, please accept my apologies for intruding your privacy. My name is Kudatara Nagaviroj, Counselor from the Royal Thai Embassy in Pretoria. I have received a query from you regarding the file called “Metlholo” that has been circulated around and causing fears. The file contains photos of a group of people dissected a corpse in an open field.

For your perusal, I would like to send herewith the facts regarding the above-mentioned photos as follows:

1) The photos were taken on 13 March 2009 at a cemetery in a southwestern province of Thailand (Prachaub Khiri Khan Province)

2) For people who practice Buddhism in Thailand, there are two religious rituals to honor the deceased. First is to cremate the body. Second is to bury the body.

3) For Buddhists in Thailand, the bury of the deceased is not as widely-practiced as the cremation. The deceased (who are Buddhist) is normally buried when he/she has no relative or the relatives does not have enough financial means to pay for the cremation.

4) Cemeteries in rural provinces Thailand oftentimes ran out of space as a result of too many deceased bodies being buried in limited amount of land. So the Buddhists in Thailand practice a religious tradition called “Lang Pa Cha”, which means “the cleaning and tidying of the cemetery”, where volunteers will dig up the bodies of the deceased unclaimed by any relative and cremate them to honor their spirits in accordance with the Buddhist religious rites. Such ritual is considered to be a good deed and a merit-making process.

5) At every “Lang Pa Cha” religious rituals, a large number of unclaimed bodies are always found (in the case of the photos taken, 64 unclaimed deceased bodies were found). To cremate the whole body will take a long time. So only the bones of the unclaimed bodies are cremated — thus the reason for the dissection of the flesh from the bodies as you have seen in the photos.

6) The volunteers in this ritual are mostly the medical staff or emergency response crew who are the first unit to arrive at the accident scenes to save lives (easily identifiable by their blue / white uniforms and id cards). That is why they are used to seeing a deceased body and looked nonchalant in the photos.

7) According to Buddhist tradition, the volunteers who will be allowed to participate in this religious ritual must be strictly on vegetarian diet in order to clean their mind both before and after the ritual.

cool The images of the volunteers cooking and having their lunch are just normal vegetarian lunch and have no connection to the deceased body or the dissected flesh.

9) The circulation of the images is thus an ill-intended attempt that meant to mislead the public into believing that one race of human will commit genocide or inhuman act against another and thus create fear and hatred.

10) The deceased body shown in the photos is of a Thai make with dark complexion (which had been even darker after his death) — not an African male.

I hope this email provides you with a factual information regarding this ill-intended document and photos. I responded to the same enquiry to a large group of Sasol employees. They do understand the fact of the matter and we have now become very good friends.

I also do hope that you will give Thailand a chance to show you how beautiful, friendly and diverse the country is. The Embassy will be running a series of activities, festivals and competitions throughout the whole year to enhance the reputation of Thailand in being the World’s Best and Unbeatable Value Destination. Please participate if you are interested.

Best regards,

Kudatara Nagaviroj (Don)
Counsellor,
The Royal Thai Embassy, Pretoria
+27 82 709 7854

 

Jika Diartikan dalam Bahasa Indonesia isi Email diatas Maka Kurang Lebih rangkuman isinya Sebagai Berikut:

Kudatara Nagaviroj, seorang Konselor dari Kedutaan Kerajaan Thailand di Pretoria membalas email mengenai yang dikirim oleh Thandokwakhe Sibiya, seorang netizen dari Afrika Selatan yang peduli akan masalah ini dan telah beredar juga di internet dan menyebabkan prasangka negatif masal seperti di tautan yang kami cantumkan di atas. Nagaviroj menegaskan bahwa kasus ini bukanlah kasus kanibalisme, mengenai kumpulan foto para relawan Sawang Pae Paisarn Foundation yang sedang menyelenggarakan Lang Pa Cha. Berikut penjelasan lebih detilnya :

Foto tersebut diambil pada tanggal 13 Maret 2009 di pemakaman di provinsi barat daya Thailand (Prachaub Khiri Khan Province),

Bagi orang yang menganut agama Buddha di Thailand, ada dua macam ritual keagamaan yang bisa ditempuh untuk mendiang, mengkremasi dan mengubur jasad mendiang

Bagi umat Buddha di Thailand, mengubur jasad tidaklah sepopuler kremasi, dan yang biasanya mendiang dikuburkan apabila mendiang adalah mayat tak dikenal, tak punya sanak saudara, atau keluarga miskin yang tidak punya cukup dana untuk menyelenggarakan upacara kremasi.

Pemakaman di daerah pedesaan di Thailand seringkali kehabisan lahan karena terlalu banyak jasad yang dikubur, jadilah umat Budhha setempat menyelenggarakan ritual “Lang Pa Cha” , yang artinya “pembersihan dan merapikan pemakaman”, dimana para relawan akan menggali mayat atau menggarap mayat baru yang tidak ada kerabatnya.

Dalam kejadian 13 Maret 2009 tersebut, ada 64 mayat yang harus diurus. Bila semua mayat langsung dikremasi begitusaja, akan menghabiskan banyak waktu, lahan, dan bahan bakar sehingga para relawan memutilasi dan memisahkan daging dan tulang mayat tersebut untuk memudahkan menumpuk sisa-sisa mayat untuk dikremasi.

Para relawan dalam ritual ini sebagian besar adalah staf medis atau kru SAR/tanggap darurat (mudah diidentifikasi oleh biru seragam mereka / putih dan kartu id) sehingga mereka tidak mudah jijik atau mual dalam mengurus jasad – jasad tersebut.

Menurut tradisi Buddha, para relawan yang diizinkan untuk berpartisipasi dalam ritual keagamaan ini harus benar-benar vegetarian untuk membersihkan pikiran mereka sebelum dan sesudah ritual. Olehkarenanya foto para relawan yang sedang memasak makanan tidak ada hubungannya sama sekali dengan kanibalisme atau memakan daging mayat.

Dan jasad yang ditampilkan dalam foto adalah orang Thailand yang kebetulan berkulit gelap (yang bahkan jadi membiru dan lebih gelap lagi setelah kematiannya) – bukan laki-laki Afrika.

Nah… Sekarang mungkin agak begitu jelas ya tentang apa yang sebenarnya terjadi dengan Foto diatas atau tentang Ritual ” Lang Pa Cha”. Hikmahnya adalah:

  • Sebelum kita memastikan untuk melontarkan komentar maka pastikan dulu kebenaran berita, jangan hanya membaca judulnya saja.
  • Carilah referensi dari beberapa media tepercaya, sehingga kita tidak seperti bebek yang hanya mengekor saja.
  • Bijakalah dalam menggunakan media sosial, karena jika salah gunaka justru akan membuat kita sendiri yang kena getahnya.
  • Jika ada berita dengan judul yang begitu heboh, pastikan baca isinya dulu..karena terkadang isi ga seheboh judul.

Semoga informasi ini bisa memberikan pencerahan….

Silahkan bagikan info ini agar banyak yang tahu….

Baca Juga: Fakta Unik Dibalik Surkus Lumba-Lumba yang keliatan Begitu Lucu dan Menghibur.

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.