Strategi Manajemen Krisis untuk Mengembalikan Reputasi Perusahaan

0
794

Belajar Strategi Manajemen Krisis untuk Mengembalikan Reputasi Perusahaan

Strategi Manajemen Krisis untuk Mengembalikan Reputasi Perusahaan
Strategi Manajemen Krisis untuk Mengembalikan Reputasi Perusahaan

Strategi Manajemen Krisis – Publik sempat dikejutkan oleh kegagalan peluncuan Galaxy Note 7 yang berasal dari pabrikan terkenal Samsung. ponsel terbaru Samsung tersebut dikabarkan memakan korban akibat meledak saat dilakukan pengisian. Bahkan, tercatat ada 35 kasus ledakan di seluruh dunia yang terjadi akibat Samsung Galaxy Note 7.

Pencinta Samsung sangat kecewa dengan kegagalan tersebut. Pasalnya, mereka sudah menunggu-nunggu kehadiran Galaxy Note 7. Setelah apa yang ditunggu dirilis, pasar mendapatkan kegagalan dari produk tersebut.

Selain mendapat kekecewaan dari para konsumen, Samsung harus rela menelan pil pahit karena sahamnya langsung anjlok 7%. Samsung pun mengalami kerugian finansial akibat biaya penarikan Galaxy Note 7 di seluruh dunia yang mencapai 1 miliar dollar AS. Beberapa maskapai penerbangan internasional juga mengeluarkan larangan agar penumpang tidak membawa Note 7 ke dalam pesawat.

Reputasi Samsung sebagai produsen besar seketika menjadi taruhan. Presiden Samsung Mobile Business, Koh Dong-jin, segera meminta maaf atas kejadian yang diakibatkan oleh Note 7. Ia juga secara resmi mengumumkan penarikan produk tersebut dari pasaran. Pihak Samsung juga memberikan kompensasi pada konsumen yang sudah telanjur membeli Note 7.

Jika dikaji lebih jauh, kegagalan produk yang sudah beredar di pasaran adalah sesuatu yang sangat fatal. Kegagalan macam ini angat mengancam reputasi perusahaan. Apa yang sudah dibangun sejak awal bisa seketika runtuh apabila kesalahannya begitu fatal.

Upaya-upaya yang dilakukan Samsung atas kegagalannya adalah salah satu upaya mengatasi krisis. Hal ini karena kegagalan Note 7 telah masuk kategori membahayakan konsumen. Agar krisis tersebut tidak merusah perusahaan lebih besar lagi, perlu dilakukan Manajemen Krisi.

Berikut adalah strategi Manajemen krisis untuk mengembalikan reputasi perusahaan menurut Bapak Rosady Ruslan penulis Buku yang berjudul “Praktik dan Solusi Public Relations dalam Situasi Krisis dan Pemulihan Citra”.

  1. Mengindentifikasi Krisis

Pada tahap pertama, perusahaan harus mengetahui masalah krisis yang sedang dihadapinya. Perlu dilakukan identifikasi faktor penyebab terjadinya krisis untuk mengetahui apakah perusahaan dapat menangani krisis dengan segera atau tidak.

Apabila krisis susah untuk diatasi, bahkan membuang waktu, tenaga, dan biaya, public relations (PR) harus melihat segi lain dari krisis yang tidak terbayangkan sebelumnya. Dengan demikian, faktor penyebab krisis harus segera diidentifikasi. Setelah itu, baru bisa dilakukan tindakan maupun langkah-langkah penanggulangan yang tepat, cepat, dan akurat.

  1. Menganalisis Krisis

Setelah mendapatkan faktor penyebab krisis, harus ada langkah-langkah yang diambil untuk mengatasi krisis. Langkah ini bisa diperoleh setelah melakukan analisis krisis secara mendalam dan sistematis.

Baca Juga: 3 Pelajaran Bisnis Luar Biasa dari Mark Zuckerberg

Salah satu cara tepat menganalisis krisis adalah dengan menerapkan formula 5W + 1H berupa:

  • What – Apa penyebab terjadinya krisis?
  • Why – Kenapa krisis bisa terjadi?
  • Where and when – Dimana dan kapan krisis itu bermula?
  • Who – Siapa yang mampu mengatasi krisis tersebut?
  • How far – Sejauh mana krisis itu berkembang?
  • How – Bagaimana krisis terjadi?
  1. Menanggulangi Krisis

Jika analisis sudah dilakukan dan mendapat jawaban, perlu kiranya menuju ke penanggulangan krisis. Tahapan ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana dan siapa yang dapat dilibatkan untuk penanggulangan krisis.

Perusahaan perlu mendapatkan informasi yang sejelas-jelasnya. Selain itu, perlu pula melibatkan pihak ketiga untuk menetralisasikan tanggapan negatif dan kontroversi yang mungkin terjadi.

Pihak ketiga adalah mereka yang memiliki kekuatan, bisa pemerintah atau tokoh masyarakat. Pihak ketiga akan melakukan tugas sebagai pengukuh perbaikan situasi dan kondisi krisis yang dihadapi perusahaan. Pihak ketiga juga dapat dilibatkan dalam upaya memperbaiki sistem pengamanan agar lebih terjamin dalam proses produksi selanjutnya.

  1. Mengevaluasi Krisis

Strategi Manajemen krisis terakhir yang perlu dilakukan adalah melakukan evaluasi atas krisis yang terjadi. Tujuan dari evaluasi adalah untuk melihat telah sejauh mana perkembangan dari krisis tersebut di lingkup masyarakat. Perusahaan harus melihat apakah krisis berkembang dengan cepat atau lambat dan bagaimana jenis serta bentuk dari krisis yang terjadi.

Baca Juga: 45 Kunci Sukses Bisnis Orang China Sebagai Pedagang

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.