Metode Pendidikan Islam Dalam Al Qur’an Surat Maryam Ayat 41-50

0
834

Metode Pendidikan dalam Islam Berdasarkan Al Qur’an (19) : 41 – 50

Metode Pendidikan Islam Dalam Al Qur'an Surat Maryam Ayat 41-50

Membahasa tentang metode pendidikan dalam islam maka sudah pasti yang akan menjadi rujukan utama adalah Al Qur’an dan Hadist Shohih. Metode Pendidikan Islami juga sering disebut dengan istilah Pnedidikan Robbaniah, kenapa? karena apa yang diajarkan didalamnya adalah metode yang berlandaskan pada Wahyu Allah Ta’ala dan juga meneladani perbuatan serta perkataan Rasulullah Sholullahi ‘alaiwassalam.

Metode Pendidikan Islam yang diajarkan dalam Al qur’an sudah lebih dahulu ada dibandingkan metode pendidikan sekarang ini yang tidak mengacu pada Al Qur’an dan Sunnah Nabi Muhammad Sholullahu’alaiwassalam. kita juga seharusnya menyadari bahwasanya metode pendidikan dalam Islam yang pernah diterapkan Oleh Para Nabi dan Shabat sesudah mereka terbukti berhasil hingga sampai saat ini berkat metode pendidikan Al Qur’an kita bisa merasakan keindahan hidup dalam beragama islam.

Pada Ksempatan tulisan kali ini, bang tohir akan berbagi hikmah dan faedah seputar metode pendidikan dalam islam berdasarkan Ayat Al Qur’an pada Surat Maryam : 41 – 50, Allah Ta’ala Berfirman yang artinya:

Q.S Maryam (19): 41: Ceritakanlah (hai Muhammad) kisah Ibrahim di dalam Al Kitab (Al Qur’an) ini. Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat membenarkan lagi seorang Nabi.

Q.S Maryam (19): 42: Ingatlah ketika ia berkata kepada bapaknya: Wahai bapakku, mengapa kamu menyembah sesuatu yang tidak mendengar, tidak melihat dan tidak dapat menolong kamu sedikit pun?

Q.S Maryam (19): 43: Wahai bapakku, sesungguhnya telah datang kepadaku sebahagian ilmu pengetahuan yang tidak datang kepadamu, maka ikutilah aku, niscaya aku akan menunjukkan kepadamu jalan yang lurus.

Q.S Maryam (19): 44: Wahai bapakku, janganlah kamu menyembah setan. Sesungguhnya setan itu durhaka kepada Tuhan Yang Maha Pemurah.

Q.S Maryam (19): 45: Wahai bapakku, sesungguhnya aku khawatir bahwa kamu akan ditimpa azab dari Tuhan Yang Maha Pemurah, maka kamu menjadi kawan bagi setan”.

Q.S Maryam (19): 46: Berkata bapaknya: “Bencikah kamu kepada tuhan-tuhanku, hai Ibrahim? Jika kamu tidak berhenti, maka niscaya kamu akan kurajam, dan tinggalkanlah aku buat waktu yang lama”.

Q.S Maryam (19): 47: Berkata Ibrahim: “Semoga keselamatan dilimpahkan kepadamu, aku akan meminta ampun bagimu kepada Tuhanku. Sesungguhnya Dia sangat baik kepadaku.

Q.S Maryam (19): 48: Dan aku akan menjauhkan diri dari padamu dan dari apa yang kamu seru selain Allah, dan aku akan berdoa kepada Tuhanku, mudah-mudahan aku tidak akan kecewa dengan berdoa kepada Tuhanku”.

Q.S Maryam (19): 49: Maka ketika Ibrahim sudah menjauhkan diri dari mereka dan dari apa yang mereka sembah selain Allah, Kami anugerahkan kepadanya Ishak, dan Yakub. Dan masing-masingnya Kami angkat menjadi nabi.

Q.S Maryam (19): 50: Dan Kami anugerahkan kepada mereka sebagian dari rahmat Kami dan Kami jadikan mereka buah tutur yang baik lagi tinggi.

Penjelasan umum ayat Al qur’an Surat Maryam diatas adalah Nabi Muhammad Sholullahu’alaiwassalam Diperintahkan Allah Ta’ala untuk menceritakan, Untuk mengingat Kembali dan mengambil pelajaran dari peristiwa dialog anatara Nabi Ibrahim ‘alaihis salam dengan bapaknya yang bernama Azaar.

Nabi Ibrahim Adalah Nabi Allah Ta’ala Yang mendapatkan Gelar sebagai Shiddiqan Nabiyyan, Gelar tersebut tersematkan karena beliau Memiliki Sifat jujur dalam keimanannya kepada Allah Ta’ala sekaligus utusan Allah yang mengabarkan tentang keesaan Allah kepada ayahnya.

Diantara faedah yang dapat diambil dari Ayat Al Qur’an diatas jika dikaitkan dengan metodologi pendidikan dalam islam adalah:

Pertama: Salah satu metode dalam pendidikan Islam adalah metode bercerita yaitu mengisahkan peristiwa atau sejarah hidup manusia masa lampau yang menyangkut ketaatan dan kemungkarannya dalam hidup terhadap perintah Tuhan yang dibawakan oleh Nabi SAW yang hadir ditengah-tengah mereka.

Metode kedua: yang terkandung dalam ayat ini juga adalah metode diskusi. Metode ini juga diperhatikan oleh al Quran dalam mendidik dan mengajar manusia dengan tujuan lebih memantapkan pengertian dan sikap pengetahuan mereka terhadap suatu masalah.

Metode ketiga: yang terkandung dalam ayat ini adalah metode tanya jawab. Metode ini merupakan metode paling tua dalam pendidikan dan pengajaran disamping metode khutbah.

Metode keempat: metode Targhib dan Tarhib, Targhib adalah janji terhadap kesenangan dan kenikmatan akhirat yang disertai bujukan. Sedangkan tarhib adalah ancaman karena dosa yang dilakukan.

Menurut Al-Nahlawi, ada banyak metode dalam pendidikan agama Islam yang tercantum didalam Al Quran, diantaranya yaitu metode Hiwar (percakapan) Qur’ani dan Nabawi. Yaitu sebuah metodologi berupa percakapan yang dilakukan secara silih berganti antara dua aspek atau lebih mengenai suatu topik dan sengaja diarahkan pada satu tujuan yang dikehendaki oleh seorang pendidik. ( Abdurrahman an Nahlawy, at Tarbiyah bil Hiwar, Libanon: Darul Fikr, 1421/2000, halaman 14 – 37.)

Adapun Dampak yang akan diperoleh dari Metode Pendidikan Islami dengan Dialog, bercerita sesuai dengan kandungan Ayat diatas bagi pembicara dan pendengar Ialah Sebagai Berikut:

A. Metode Dialog itu berlangsung secara dinamis karena kedua pihak terlibat langsung dalam pembicaraan sehingga keduanya tidak akan merasa bosan.

B. bagi Pendengar Mereka akan tertarik untuk mengikuti terus pembicaraan itu karena ingin tahu kesimpulannya dari topik pembahasan.

C. Metode ini juga Dapat membangkitkan perasaan dan menimbulkan kesan dalam jiwa yang membantu mengarahkan seseorang menemukan sendiri kesimpulannya atau ia akan bisa berpikir Out Of The Box.

D. Jika dilakukan dengan baik, maka akan mempengaruhi akhlak orang lain sehingga ia akan terus berusaha pemberbaiki akhlaq dirinya.

Demikian Motode Pendidikan dalam Islam sebagaimana yang bisa kita ambil hikmah dan Faedahnya dari Al Qur’an Surat Marya ayat 41 – 50 diatas. Semoga bisa menjadi Panduan bagi para pendidik generasi Robbani sehinggatercipta generasi yang tidak hanya ahli dibidang dunia melainkan juga memiliki peran Postif yang bermanfaat untuk membawa nama baik Bangsa dan Agama.

Baca Juga: Mahasiswa Ini Nekat Lamar Putri Ulama Besar Saudi, Jawaban Ulama Tersebut Membuatnya Tercengang

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.