Metode Pendidikan Dalam Islam Faedah Al Qur’an Surat Az-Zumar Ayat 8-9

0
617

Metode Pendidikan Dalam Islam faedah Surat Maryam

Metode Pendidikan Dalam Islam Faedah Al Qur’an

Bangtohir.com – Masih Pada Pembahasan Metode Pendidikan Dalam Islam berdasarkan Al Qur’an dan hadist Rasulullah Sholullahu’alaiwassalam, setelah sebelumnya kita mengkaji makna ataupun tafsir Al Qur’an Surat Maryam yang juga memberikan faedah dan Hikmah bagaimana Metode Pendidikan dalam islam lewat dialog Nabi Ibrahim ‘alaihissalam dengan Ayahnya.

Baca: Metode Pendidikan Dalam Islam berdasarkan Al Qur’an Surat Maryam.

Kali ini kita akan bersama mengambil Hikmah dan Pelajaran serta semoga bisa menerapkannya dalam sistem pendidikan yang kita ambil untuk memperbaiki metode pendidikan yang berlangsung. Pembahasan dan Hikmah yang kita ambil pada tulisan ini ialah dalam Al Qur’an Surat Az- Zumar ayat 8 dan 9, dimana Allah Ta’ala berfirman, yang artinya:

Q.S Az-Zumar (39):8: “Dan apabila manusia itu ditimpa kemudaratan, dia memohon (pertolongan) kepada Tuhannya dengan kembali kepada-Nya; kemudian apabila Tuhan memberikan nikmat-Nya kepadanya lupalah dia akan kemudaratan yang pernah dia berdoa (kepada Allah) untuk (menghilangkannya) sebelum itu, dan dia mengada-adakan sekutu-sekutu bagi Allah untuk menyesatkan (manusia) dari jalan-Nya. Katakanlah: Bersenang-senanglah dengan kekafiranmu itu sementara waktu; sesungguhnya kamu termasuk penghuni neraka”.

Q.S Az-Zumar (39):9: “(Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadah di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah: “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.

Mari Kita Mempelajari bersama apa yang telah dijelaskan Oleh Al Imam Al Fairuz Abadi dalam kitab beliau ” Tafsirul Quran” (Al Fairuz Abadi (w.817 H) Tafsirul Quran) disana beliau menjelaskan Maksud dari ayat ini ialah ketika seorang hamba seperti Abu Jahal dan para pengikutnya ditimpa kesusahan dan bencana, ia berharap kepada Allah agar menghilangkan kesusahan dan musibah tersebut darinya. Kemudian jika musibah dan kesusahan itu diganti dengan nikmat, Ia Kembali lupa atas apa yang telah dilakukannya dahulu sebelum diberi nikmat (yaitu berdoa kepada Allah), dan melakukan perbuatan syirik lagi menyimpang lalu menyesatkan orang lain dari jalan yang benar.

Kemudian, Dalam ayat berikutnya Allah mengabarkan bahwa tidaklah sama keberuntungannya antara orang-orang (yaitu nabi ﷺdan Abu Bakar Ash Shidiq juga para sahabatؓ) yang mentaati Allah siang dan malam, melakukan ibadah, mengingat kehidupan akhirat yang mereka mengetahui Tauhidullah, perintah dan laranganNya dengan orang yang tidak mengetahui hal tersebut (seperti Abu Jahal dan pengikutnya). Dan yang dapat mengambil pelajaran tersebut hanyalah orang-orang yang berakal dan mau berfikir lah yang mendapat nasehat agung dari Al Quran.

Sementara itu Bila Kita ambil Faedah dari Ayat di atas untuk Penerapan Metode Pendidikan Islam, maka beberapa hal inilah yang bisa kita petik hikmah dan faedahnya:

Pertama: Salah satu metodologi pendidikan Islam dalam Kandungan Ayat Al Qur’an ini adalah menyelesaikan problem atau masalah yang dihadapi oleh peserta didik yang mengalami kesulitan dalam belajar dengan memberikan perumpamaan yang mudah dipahami oleh anak didik kita.

Kedua: Selayaknya bagi seorang pendidik untuk mengajak anak didik agar mampu mengidentifikasi keistimewaan waktu dan amal perbuatan tertentu agar mereka bisa mengambil hikmah dan pelajaran dari perjalanan waktu yang telah berlalu.

Ketiga: Diperbolehkan bagi setiap pendidik untuk menguji peserta didik dalam menentukan pilihan atas dua permasalahan yang sama kuat.

Keempat: Salah satu cara mengembalikan perhatian siswa kepada tema materi pembelajaran adalah dengan memanggil mereka dengan panggilan yang lembut seperti wahai anak-anakku dan sebagainya.

Kelima: Termasuk metodologi pendidikan yang terkandung dalam ayat ini adalah diperbolehkannya seorang pendidik memberikan punishment kepada siswa yang tidak mengikuti rambu-rambu syariat dan tata tertib.

Keenam: Memberikan sebuah instruksi/ perintah kepada siswa sebaiknya dibarengi dengan reward sebagai bentuk motivasi dan membangkitkan positif thinking bahwa siswa pasti mampu menyelesaikan tugas yang diberikan.

Demikianlah Faedah dari Ayat Al qur’an Surat Az-Zumar :8 dan 9 yang bisa kita ambil pelajaran untuk diterapkan dalam Metode Pendidikan Islam demi terciptanya generasi Rabbani yang berguna bagi Bangsa dan Agama. semoga pada tulisan berikutnya kita bisa memberikan tulisan masih seputar Metode pendidikan dalam Islam agar terus bisa membanu perbaikan pendidikan anak – anak generasi penerus nantinya.

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.