Tips Melindungi Anak Dari Bahaya Internet

0
168

Tips Menjaga Anak Dari Bahaya Internet

Tips melindungi anak dari bahaya internet merupakan hal penting yang harus diketahui bagi para orang saat ini, karena semakin hari internet menjadi suatu hal yang sangat sulit untuk dibendung dari kehidupan anak-anak, dengan berbagai konten yang sangat sulit disaring menjadikan internet sangat berbahaya bagi pertumbuhan kedewasaan mereka.

Internet seperti pisau bermata dua, satu sisi sangat berbahaya bila sudah meracuni anak-anak usia dini, satu sisi lagi akan bisa sangat membantu mereka dalam memeproleh ilmu pengetahuan dengan mudah bila dimanfaatkan untuk pendidikan serta mendapatkan kontrol yang baik dari segi pemanfaatannya.

Menurut Consumer Security Expert Avast, Pete Turner “Internet merupakan alat pembelajaran dan platform hiburan yang sangat efektif, tapi penting bagi orangtua untuk memastikan anak mereka juga mengetahui akan risiko-risiko yang ada,” .

orangtua tidak perlu menyebutkan semua hal buruk yang bisa terjadi di dunia online satu per satu, melainkan cukup mendidik anak-anak agar memahami internet bisa berbahaya bila tidak berhati-hati. Hal ini berlaku ketika menggunakan berbagai perangkat dan layanan media sosial di internet.

Terkait penggunaan internet bagi anak-anak, ada dua tips menjaga anak dari bahaya internet diungkap oleh Custumer security Expert Avas, pete Turner dilansir pada laman liputan6 bagi para orang tua dalam mengontrol anak-anak agar tidak dirusak oleh internet dimasa usia keemasan mereka, diantaranya sebagai berikut:

Ajak Anak baik – Baik Tentang Media Sosial
Turner menyarankan para orangtua untuk bicara kepada anak-anak mengenai platform media sosial yang digunakan atau ingin mereka coba. Atur pengaturan privasi bersama mereka, seraya menjelaskan tentang informasi yang boleh dibagikan dan dengan siapa saja.

Selain itu, penindasan dunia maya atau cyberbullying juga termasuk isu penting yang harus didiskusikan secara terbuka. Orangtua juga harus memastikan anak-anak mereka telah mengaktifkan enkripsi end-to-end untuk mencegah penjahat dunia maya (cybercriminals) atau pihak ketiga mengakses pesan dan informasi sensitif.

“Sama pentingnya, orangtua dengan anak yang memakai layanan perpesanan online seperti WhatsApp, perlu saling berkoordinasi karena pesan hanya terlindungi bila masing-masing pengguna mengenkripsinya,” jelas Turner.

Orang Tau Ikut Terlibat Langsung
Selain menjelaskan potensi risiko, penting pula bagi orangtua untuk terlibat langsung dengan kegiatan online anak-anak mereka.

Ikuti mereka saat berselancar di internet dan biarkan mereka mengungkapkan aktivitas apa saja yang mereka sukai di internet. Nikmati waktu bersama mereka, supaya anak Anda merasa orangtuanya mengerti hobi mereka, sehingga merasa nyaman untuk berpaling kepada Anda jika ada masalah,” tutur Turner.

Anak-anak bisa terkonekasi ke internet sendiri dan menggunakan aplikasi online tanpa bantuan dan pantauan, tapi orangtua harus memastikan konten yang dikunjungi selalu sesuai kisaran umur mereka. Salah satu caranya dengan menggunakan perangkat kontrol orangtua atau pemblokir iklan.

Para orangtua pun harus tahu tentang keamanan internet dan risiko terkait hal tersebut. “Umumnya, semakin sering orangtua mereka menggunakan media digital, dan semakin banyak konten dan aplikasi internet, semakin mahir anak-anak dalam menggunakan internet,” kata Turner.

Saat ini banyak anak-anak telah mengenal dunia internet, bahkan sebelum mereka duduk di bangku sekolah. Oleh karena itu, para orangtua harus bisa mendidik mereka untuk berhati-hati saat terkoneksi di internet terutama dalam hal memberikan kontrol yang baik kepada anak yang diharapkan bisa tumbuh dengan baik tanpa dibesarkan dengan berbagai informasi buruk yang mereka tangkap dari internet.

Baca Juga: Waspadalah! Gadget Bisa Menyebabkan Anak Lambat Bicara

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.