Tak Melulu Soal Bahagia, 13 Ujian Pernikahan Ini Harus Siap Dihadapi!

0
Soal Bahagia Ujian Pernikahan Ini Harus Siap Dihadapi
Ujian pernikahan – Ilustrasi Image

Ujian Pernikahan – Saat hari pernikahan tiba, yang terbayang di benak adalah hari-hari indah setelah ini. kebersamaan yang akan terus terjalin dengan bumbu bahagia sepanjang hari. Kehidupan indah yang sesungguhnya baru akan dirasakan setelah bertemu dengan pasangan dan saling mengikat janji suci.

Namun, hello! Pernikahan tidak melulu soal bahagia hidup bersama. Tetap ada tantangan dan ujian pernikahan yang harus dihadapi. Ada hal-hal yang harus ditambal bersama agar cinta dan rumah tangga semakin kokoh.

“A SUCCESSFUL MARRIAGE REQUIRES FALLING IN LOVE MANY TIMES, ALWAYS WITH THE SAME PERSON”

Setidaknya, 13 hal ini adalah ujian pernikahan yang paling sering terjadi dan harus siap dihadapi oleh para pasangan suami-istri.

1. Menjadi Suami, Pikirkan Masalah Finansial yang Bertambah!
Masalah keuangan adalah yang paling krusial dalam membangun sebuah rumah tangga. Suami sebagai kepala rumah tangga wajib memberi nafkah pada keluarga. Dulu mungkin dia hanya mencari uang untuk diri sendiri sehingga bebas hangout kapan saja. Namun, kini ia harus bertanggung jawab menghidup istri dan anak. Ada baiknya untuk mulai merencanakan keuangan jauh sebelum menikah.

2. Menjadi Istri Tidak Boleh Manja, Suami Butuh Perhatianmu
Para wanita muda identik dengan kemanjaan, terlebih saat masa pacaran. Namun, jika sudah ke jenjang pernikahan, lupakan kemanjaan! Mulai fokuslah untuk memahami kebutuhan suami dan mengurus rumah tangga. Manjamu tidak akan melulu membuat suamimu gemas apabila tidak diikuti dengan dukungan untuknya. Sebagai istri, keluargamu adalah prioritas nomor satu.

3. Ada Orang Tua dan Mertua yang Harus Dijaga
Menikah menjadi ajang menyatukan dua keluarga yang tak saling kenal sebelumnya. Kalian, sebagai pasangan, bertugas untuk menyatukan dua kebiasaan keluarga yang tentunya berbeda. Kalian harus bekerja sama untuk menghafal kebiasaan orang tua dan keluarga masing-masing. Jangan lupa bahwa masih ada orang tua dan mertua yang harus kalian perhatikan!

4. Sifat Pasangan Semakin Terbuka
Setelah hidup bersama, akan semakin banyak sifat pasangan yang terkuat ke permukaan. Kebiasaan-kebiasaan kecil, dari yang baik hingga yang buruk, akan mulai terbuka. Saat itulah, kamu harus menabahkan diri. Kamu tak boleh merasa kecewa hingga marah-marah tidak jelas. Ingatlah bahwa kalian telah mengikat janji untuk saling setia dan mendampingi. Ada baiknya masing-masing mulai berbenah diri.

5. Hamil Terasa Berat Tanpa Kerja Sama yang Kuat
Hamil memang dirasakan oleh istri, tetapi suami juga berperan dalam kerja tersebut. suami harus siap dengan perubahaan fisik hingga mood istri ketika hamil. Tetap beri dukungan terbaik untuk istri agar ia tidak meraskana beratnya hamil sembilan bulan sendirian.

6. Kelahiran Anak Jadi Tantangan Jangka Panjang
Jangan pikir bahwa hidup kalian telah sempurna dan akan semakin bahagia dengan kelahiran buah hati. Justru saat itulah tantangan yang sesungguhnya baru saja dimulai. Bayi lucu yang adalah anak kalian tersebut membutuhkan perencanaan masa depan yang matang. Kebutuhannya macam-macam, mulai dari susu hingga pendidikan.

Baca: Perkenalkan, Gadis Berusia 4 Tahun Ini Namanya Bella Sudah Menguasai 7 Bahasa Dunia

7. Pulang ke Rumah Setelah Bekerja Adalah Prioritas Utama
Saat masih sendiri, kita bebas pergi ke mana saja, bahkan setelah pulang kerja sekalipun. Namun, saat sudah menikah, prioritas utama adalah keluarga. Ada keluarga yang menunggu kepulanganmu dari kantor. Saat kamu memilih untuk pergi lebih dulu, kamu akan kehilangan momen berharga dengan anak.

Baca: Waspadalah! Jika 5 Tanda Awal Kehancuran Rumah Tangga Ini Mulai Ada

8. Waktu Bersama Anak Akan Berkurang Seiring Bertambahnya Usia
Semakin besar anak, semakin banyak pula kegiatannya. Saat balita, ia sepenuhnya milik orang tua. Namun, begitu masuk usia sekolah, ia juga milik guru dan teman-temannya. Saat itulah kalian akan merasakan ujian yang sesungguhnya. Orang tua diuji kesabaran dan perjuangannya.

9. Godaan Datang Seiring Karier yang Meningkat Tajam
Menikah melancarkan rezeki. Setelah menikah, karier mudah melesat tajam. Namun, godaan yang datang juga akan semakin banyak. Seorang istri dituntut untuk bisa memahami profesi suami. Saat ada gosip miring terkait suami, istri harus tetap dalam kondisi kepala dingin. Begitu pula para suami agar menjauhkan diri dari kemungkinan godaan yang menguji.

10. Memantau Anak Tanpa Mengekang Itu… Sulit!
Saat anak sudah dewasa, pergaulannya akan semakin luas. Saat itulah ujian kalian sebagai pasangan kembali datang. Kalian harus mulai memahami bagaimana cara agar anak tetap terpantau tanpa merasa dikekang. Hati-hati, ini tidak mudah!

11. Kalian Akan Selalu Dibutuhkan oleh Anak
Saat anak sudah dewasa dan sudah bekerja, tugasmu secara finansial mungkin sudah tuntas. Namun, meskipun anakmu sudah menikah, tugas secara spiritual dan mental tidak dapat dihindarkan. Sekecil apapun, anakmu tetap membutuhkan pertolongan dan saran dari orang tuanya.

12. Kamu Sadar Bahwa Perjuangan Orang Tuamu Tak Bisa Dipandang Sebelah Mata
Saat kamu telah menikah dan menjalani kehidupan rumah tangga, saat itulah kamu akan menyadari satu hal yang snagat penting. Kamu akan mulai sadar akan betapa beratnya perjuangan orang tuamu untuk membesarkanmu hingga saat ini. Saat anak-anakmu sudah besar dan meninggalkan rumah, kamu pun akan tahu kesepian macam apa yang dirasakan oleh orang tuamu dahulu.

13. Tetap Berjuang untuk Saling Mengisi
Meskipun kalian sudah berhasil menuntaskan semua anak, bukan berarti perjuangan rumah tangga telah berakhir. Meskipun keriput sudah memenuhi wajah kalian, perjuangan untuk saling mengisi satu sama lain harus tetap berjalan. Hanya Tuhan yang mampu memisahkan cinta kalian sehingga kalian harus selalu menjaga dan memperkokohnya.

Baca: Mutiara Kata Islam Tentang Suami Istri Agar Lebih Bahagia

Ingatlah selalu, dalam pernikahan bukan hanya ada soal bahagia hidup bersama pasangan saja, agar tidak lupa daratan kamu juga harus selalu ingat bahwa disana ada ujian pernikahan bak nahkoda yang diuji oleh ganasnya ombak lautan samudera bersama awak kapalnya.

LEAVE A REPLY