Subhanallah… Karena Tidak Memiliki Uang Mahasiswi Ini Harus Menahan Lapar Dengan Membaca Al Quran

0
464

Kisah Perjuangan Mahasiswi yang Menahan Rasa Lapar Karena Tak Punya Uang Lagi

Perjuangan Mahasiswi Menahan Rasa lapar

Memang untuk bisa meraih keberhasilan dalam hidup di dunia maupun Akhirat kita semua tak akan pernah bisa terlepas dari yang namanya perjuangan dan pengorbanan, bahkan tak akan indah rasanya hidup ini bila tidak pernah merasakah getir dan pahitnya perjuangan dalam meraih cita – cita yang selama ini menjadi impian terbesar dalam hidup kita. Perjuangan dan pengorbanan luar biasa sering menjadi alasan kuat bagi seseorang untuk tumbuh menjadi pribadi yang dewasa penuh dengan kemandirian pada akhirnya semua itu akan terbalas dengan kebahagiaan tak terhingga.

Ada kisah yang sangat luar biasa penuh haru seperti yang dialami oleh Seorang Wanita Muslimah, Nur nama panggilannya. mahasiswi Asal Sabah.

Kisah Haru perjuangan yang di alami Sarjana Psikologi Universitas Kebangsaan Malaysia (UKM) ini harus hidup prihatin selama menuntut ilmu. Dia melalui hari-harinya di kampus dengan kelaparan.

Nur bahkan mengaku ususnya pernah bocor karena kerap tak diisi. Sebab benar-benar tak punya uang untuk membeli makanan.

Akibat kurang makan, usus saya rusak, menyebabkan saya muntah darah,” tutur Nur, sebagaimana dikutip Dream dari laman The Malaymail Online, Selasa 12 Januari 2016.

Memang sebelumnya Nur pernah berobat karena sakit pada ususnya yang mengalami kebocoran akibat kurang Diisi makanan. Dan dokter memberinya peringatan untuk makan secara teratur. Jika tidak, maka penyakit kanker akan menyerang ususnya.

Tapi saya tidak bisa berbuat apa-apa karena saya tak punya uang,” ucap dia.

Perjalanan Seorang Nur menuju sukses memang sangat berat. Dia tak pernah berharap uang kiriman dari rumah. Sebab, Kehidupan orangtua Nur kembang-kempis.

Sang Ibu tercinta hanyalah tukang jahit. Sementara, sang Ayah yang seorang nelayan tak lagi bisa melaut. Kaki dan tangan sang ayah Nur lumpuh.

Tak ada pilihan. Selain ngirit. Menahan lapar, meski perut melilit. Pinjaman biaya pendidikan sebesar RM 3.000 atau sekitar Rp 9,5 juta persemester langsung ludes untuk membayar iuran dan biaya kuliah. Hanya tersisa RM 150 atau sekitar Rp 500 ribu.

Dalam keprihatinan itu, Nur mencoba menenangkan diri. Hanya kepada Allah dia lari. Bersandar. Pasrah.

Setiap hari dia pergi ke Masjid untuk membaca Al Qur’an. “Biarlah saya tidak makan asalkan saya bisa mendekatkan diri dengan Tuhan,” kata Nur.

Ya, apa yang dilakukannya itu semata untuk menguatkan diri. Mengingat Tuhan dalam setiap kesempitan, untuk menuju jalan keberhasilan.

Saya pernah berniat berhenti belajar dan ingin cari kerja untuk menolong ayah dan ibu,” ujar Nur.

*** Source: dream.co.id ***

Allahu Akbar… Betapa perjuangan seorang Nur sangat luar biasa, tak terasa kisah ini membuat air mata ini menetes. betapa kuatnya Nur mempertahankan Harga Dirinya serta Kemulyaan Agamanya dengan tidak melakukan hal – hal yang di larang agama hanya untuk mengisi perut kosongnya. bagimana dengan kita? apa yang pernah kita alami ? apakah kita sudah berani berkorban untuk cita – cita kita? seberapa besar prihatin kita terhadap kondisi keluarga kita Dirumah Khususnya Orang Tua kita?…

Semoga Apa yang di Alami oleh Nur bisa menjadi Inspirasi bagi kehidupan kita untuk lebih baik dan pandai Prihatin dengan kehidupan ini, terutama saat kita sebagai anak hidup di Kota dan negeri rantau dengan tidak memaksakan kemampuan orang tua kita untuk memenuhi setiap apa yang kita inginkan..

Selamat berjuang Sahabatku dimanapun berada..dunia selalu menunggu karya terbaikmu untuk memberikan perubahan yang lebih baik.

Baca Juga:
Mahasiswa Ini Nekat Lamar Putri Ulama Besar Saudi, jawabab Ulama Tersebut Membuatnya Tercengang

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.