Pinjaman Tanpa Agunan Bank Syariah Mandiri Etc

0
653

Pinjaman Tanpa Agunan Bank Syariah Atau KTA

Pinjaman Tanpa Agunan Bank Syariah
Pinjaman Tanpa Agunan Bank Syariah – Ilustrasi

Kredit Tanpa Agunan (KTA) memang diminati banyak orang. Bagaimana tidak, nasabah yang akan melakukan peminjaman uang tak perlu ada jaminan. Selain syaratnya mudah, proses pengajuannya pun sangat cepat. Akan tetapi, Pinjaman Tanpa Agunan Bank Syariah atau produk jenis KTA ini belum tersedia di perbankan Syariah. Namun, di tahun ini DSN MUI beserta BI dan Dewan Standar Akuntansi Syariah (DSAS) tengah berdiskusi membahas boleh tidaknya pinjaman tanpa agunan bank syariah ini diterapkan.

M Kanny Hidaya Wakil Sekretaris Bandan Pengurus Harian DSN mengungkapkan bahwa sebenarnya pembahasan utama bukanlah mengenai pinjaman tanpa agunan bank syariah ini boleh atau tidak dilakukan. Karena, pada dasarnya dalam ekonomi syariah, agunan bukanlah kewajiban. Agunan/jaminan bersifat mubah, artinya boleh dilakukan boleh juga tidak. Karena prinsip syariah yakni rasa saling percaya. Jika kedua belah pihak memiliki rasa saling percaya, maka tidak ada lagi keinginan untuk saling memakan harta sesamanya. Bahkan beberapa akad syariah tidak menuntut adanya jaminan, seperti akad mudarabah dan musyarokah.

Namun, pada kenyataannya Bank Syariah masih menggunakan jaminan pada saat melakukan transaksi, walaupun telah menggunakan kedua akad tersebut. Menurut Kanny, pinjaman tanpa agunan Bank Syariah muncul karena keinginan dari sejumlah Bank Syariah yang ingin memberikan pinjaman pada nasabah dalam bentuk dana tunai tanpa jaminan dan dengan proses yang cepat. Karena di dalam Islam, setiap transaksi pemberian pinjaman tidak diperbolehkan ada tambahan beban. Adanya tambahan beban untuk setiap pinjaman tersebut disebut Riba.

Persoalannya, Bank Syariah ingin memberikan pinjaman, namun bank juga ingin mendapatkan tambahan. Inilah, yang akan menjadi riba. Sebenarnya, Bank Syariah dapat melakukan aktivitas pinjam meminjam dana tunai dengan prinsip akad qardh. Dengan akad ini bank tidak diperkenankan untuk mengambil keuntungan. Prinsip syariah lain adalah setiap transaksi jual beli menuntut underlying atau barang yang diperjualbelikan dalam bentuk nyata. Prinsip ini, menjadi syarat transaksi dalam syariah yakni ada penjual, pembeli, barang serta ijab Kabul.

Sebenarnya prinsip pinjaman tanpa agunan bank syariah telah diterapkan di negara-negara lain. Mereka menggunakan konsep tawarruq. Konsep ini, barang (underlying) bersifat perantara. Sementara hasil akhir transaksi ini adalah uang.

Sebagai contoh Bank membeli tembaga dari broker seharga 1 juta. Kemudian, Bank menjual tembaga tersebut pada nasabah yang meminjam uang dengan harga 1,2 juta. Nasabah akan membayar cicilan kepada bank dalam jangka waktu tertentu. Setelah, tembaga menjadi milik nasabah, nantinya masabah akan menjual kembali tembaga tersebut ke nasabah lain seharga tembaga awal yakni 1 juta. Sehingga, nasabah juga dapat menikmati uang. Semua transaksi dan penentuan harga telah diatur oleh bank.

Walaupun telah diterapkan di berbagai negara, namun konsep tawarruq ini masih mengundang pro dan kontra. Para Ulama menganggap bahwa transaksi yang telah diatur secara rapi melanggar prinsip syariah. Mereka berpikir apabila konsep ini terus dipakai maka tidak ada bedanya Bank Syariah dengan bank konvensional lainnya.

Baca:: Pesan Keramat Untuk Para Suami dan Calon Suami

Sedangkan pakar ekonomi Islam, Sheikh Nizam Yaquby mengungkapkan bahwa konsep tawarruq sah jika dilakukan. Karena tidak ada di dunia ini yang tidak diatur, termasuk pasar uang. Konsep tawarruq ini telah diterapkan di negara Timur Tengah dan Malaysia, hanya saja belum diterapkan di Indonesia.

Menurut Kanny sendiri pinjaman tanpa agunan Bank Syariah memang perlu diterapkan.  Karena untuk membantu mencarikan jalan keluar kepada nasabah yang membutuhkan uang tunai bukan barang. Kanny  memastikan bahwa tahu ini MUI akan memberikan kepastian terkait pinjaman tanpa agunan Bank Syariah.

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.