Nasehat Cinta Agar Tidak Berbuah Kecewa Pembawa Duka Nestapa

0
619

Bagaimana Seharusnya Kita Mencinta?

Nasehat Cinta Agar Tidak Berbuah Kecewa Pembawa Duka Nestapa

Bangtohir.com – Sahabat Bang tohir yang baik hatinya… Dalam dunia cinta memang ketika cinta telah menyapa manusia sang pencinta maka semua akan menjadi indah bak hamparan taman bunga Asmara serasa Dunia hanya Milik dirinya sendiri saja, Api yang membara tak terasa hawa panasnya, luas samudra rela di arungin tanpa bahtera, gunung yang tinggipun akan di daki demi si dia yang ia cintai.

Lebih sadis dan konyolnya lagi, kalau seseorang di landa Asmara Cinta yang sedang berbunga – bunga “ Tai Kucingpun Serasa Coklat “ hehe

Cinta memang mampu memberikan motivasi yang luar biasa, dengan cinta seseorang akan mampu berkerja dengan baik dan membuahkan hasil yang berkualitas, adanya cinta seseorang akan rela berkorban segenap jiwa raganya.

Begitu juga sebaliknya, ketika cinta membuatnya kecewa dan menderita, semuanya akan terasa hampa, hawa yang dingin menjadi panas membara, semua yang yang terlihat oleh mata tidak ada yang mampu membangkitkan seleranya, makan tak enak, tidur tak nyenyak bahkan berjalanpun ketbrak becak ? yang lebih gilanya lagi “ Dunia terasa Hampa bagaikan berada di Neraka “ padahal sedikitpun tidak pernah tahu apalagi merasakan bagaimana pedihnya berada dalam siksa neraka.

Sahabat sang pencinta sejati….
Ini soal dua insan yang saling mencintai kerena Tuhannya, bukan soal cinta yang dilandasi karena hawa nafsu belaka, ini soal cinta yang menjadikan kedua manusia yang saling mencinta demi mengharapkan cinta dari Sang Penciptanya yang maha mencintai. Bukan tentang cinta dua manusia yang membawanya berbuat durhaka kepada Tuhannya.

Dalam cinta kita semua sabagai manusia telah diberikan cara bagaimana seharusnya kita saling mencintai :

Cintailah orang yang engkau cintai itu sekedarnya saja, sebab barangkali suatu hari dia akan menjadi orang yang engkau benci, dan bencilah orang yang tidak engkau sukai itu sekedarnya saja sebab barangkali suatu hari dia akan menjadi orang yang kamu cintai
(HR. Turmidzi)

Kita di perintahkan untuk merajut tali cinta antar sesame tidak dengan cara yang berlebihan karena sejatinya kita tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi diantara kita dan orang yang kita cintai kedepannya, bisa saja sekarang cinta setengah mati tapi dikemudian hari timbul rasa benci yang menyakitkan hati.

Jika mencintai maka jalinlah cinta sekedarnya saja agar apabila terjadi hal yang membuat kecewa dari yang kita cintai tidak membuat merana tingkat dewa.
Begitulah juga dikala timbul rasa benci di hati cukuplah membenci sekedarnya saja, krena siapa tahu dia yang kita benci suatu saat menjadi sahabat terbaik yang sangat baik dan bersahabat dengan penuh cinta kepada kita.

Cintailah dia yang mencintai anda karena mengharapkan Ridho dan Cinta dari Tuhannya, bukan melabuhkan cinta Anda kapada dia yang mencintai anda hanya kerena mengharapkan keuntungan dan pemuas nafsu dunianya belaka.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
Barang siapa yang mencintai karena Allah. Membenci karena Allah. Memberi karena Allah. Dan tidak memberi juga karena Allah. Maka sungguh dia telah menyempurnakan imannya.” (HR. Abu Dawud, disahihkan al-Albani dalam Shahih wa Dha’if Sunan Abu Dawud [10/181] as-Syamilah)

Mencintailah cukup sekedarnya saja, agar ketika tersakiti tidak begitu terasa dan tidak terbawa – bawa sampai ke setiap problema hidup kita.

Mencintai itu mudah tapi ketika kecewa hati akan sangat merana dan sulit mencari kemana obatnya kecuali sang pencinta itu sendiri yang bisa mengalihkan hatinya mencari yang membuat hatinya kembali berbahagia menjalani hidupnya.

Bicara soal Cinta yang begitu menjadi semangat kaum para pencinta sejati, ane mengutip perkataan Ust. Armen Halim Naro Rahimahullah yang begitu indah disampaikan oleh beliau samasa hidupnya, serta beliau tulis juga dalam buku karya beliau yang berjudul “Buhul Cinta” Perkataan Indah tersebut berbunyi :

Cinta adalah airnya kehidupan bahkan dia adalah rahasia kehidupan.

Cinta adalah kelezatan ruh bahkan ia adalah ruh kehidupan.

Dengan cinta menjadi terang semua kegelapan, akan cerah kehidupan, akan menari hati dan akan bersih qolbu.

Dengan cinta semua kesalahan akan dimaafkan.

Dengan cinta semua kelalaian akan diampunkan.

Dengan cinta akan dibesarkan makna kebaikan.

Kalaulah bukan dengan cinta, maka tidak akan saling meliuk satu dahan dengan dahan yang lainnya.

Kalaulah bukan karena cinta tidak akan merunduk rusa betina kepada pejantannya, tidak akan menangis tanah yang kering terhadap awan yang hitam, dan bumi tidak akan tertawa terhadap bunga pada musim semi.

Ketika cinta hampa dalam kehidupan maka jiwa akan sempit dan terjadilah pertikaian dan perselisihan.

Ketika cinta telah hilang, maka akan layulah bunga, akan padamlah cahaya, akan pendeklah usia, akan kering danau di hutan belantara dan akan silih berganti datang penyakit dan sengsara.

Ketika cinta telah sirna, tatkala itulah lebah meninggalkan bunga, tatkala itu burung pipit meninggalkan sangkarnya, tatkala itu pula kutilang tidak hinggap lagi pada pucuk cemara.

Sekiranya lautan mempunyai pantai dan sekiranya sungai mempunyai muara, maka lautan cinta tidak berpantai dan sungai cinta tidak bermuara.

Begitulah Sahabat semua sang pencinta sejati, sekilas nasehat cinta tentang bagaimana seharusnya kita mencintai dan menyikapi cinta yang selalu berhasrat tumbuh di hati kita semua. Semoga Cinta yang indah dan sejati mampu membawa kita mendapatkan Cinta yang Abadi di Negeri Abadi Akhirat kelak …Aamiinn.

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.