Jangan Pernah Menyerah Memperjuangkan Apa yang telah Kita Mulai..!

0
606

Motivasi Hidup, Jangan Pernah menyerah Berjuang!

Bob Wieland Atlet Marathon kelas Dunia
Foto: Wikipedia/Bob Wieland

Bangtohir.com – Hidup memang tak selalu bisa berjalan mulus, hidup juga terkadang tidak berjalan sesuai rencana yang telah kita susun sedemikian rupa.

Satu hal yang harus selalu kita pegang sepanjang perjalanan hidup kita di dunia, “Sebaik apapun rencana kita tetap rencana Tuhan Jauh lebih baik, Kita hanya bisa berencana, Tuhanlah yang Maha Penentu Segealanya”

Kegagalan bukan berarti akhir dari segalanya, kegagalan adalah awal dari kebangkitan kita untuk bisa berbuat lebih baik lagi.

Saat kita sudah memutuskan untuk melakukan dan memulai sesuatu maka artinya kita juga harus mau bertanggung jawab terhadap keputusan yang telah kita ambil dan berani menghadapi berbagai resiko yang terjadi ditengah perjalanan memperjuangkan impian kita.

Dibawah ini ada sebuah kisah perjalanan seorang pejuang sejati yang mau bertanggung jawab terhadap keputusan awal yang telah ia ambil.

Ada pepatah mengatakan “Saat dirimu mulai lalah berjuag, ingatlah kembali alasan mengapa kamu memaulainya”.

Bob Wieland New York City Maraton 1986
Foto: Wikipedia/Bob Wieland

Suatu di New York, tepatnya pada tahun 1986 diadakanlah lomba lari marathon internasional yang diikuti oleh ribuan atlet Lari yang datang dari seluruh dunia. Lomba Marathon ini mengambil jarak tempuh sepanjang 42 kilometer mengelilingi kota New York. Ketika lomba telah berlangsung jutaan orang menyaksikan jalannya acara lomba tersebut baik yang hadir langsung maupun yang menonton dari berbagai stasiun televisi yang menyiarkan langsung acara perlombaaan Lari Marathon kala itu.

Dari Ribuan peserta lomba, Ada satu orang yang menjadi pusat perhatian di lomba tersebut, yaitu Bob Wieland. Bob adalah seorang veteran perang Amerika, dan dia kehilangan kedua kakinya karena terkena ranjau saat perang di Vietnam. Untuk berlari, Bob menggunakan kedua tangannya untuk melemparkan badannya ke depan.

Lomba pun dimulai. Ribuan Peserta mulai berlari secepat mungkin ke arah garis finish. Wajah-wajah mereka menunjukkan semangat yang kuat. Para penonton tak henti-hentinya bertepuk tangan untuk terus mendukung para pelari tersebut. 5 kilometer telah berlalu. Beberapa peserta nampak mulai kelelahan dan mulai berjalan kaki. 10 kilometer telah berlalu. Di sini mulai nampak siapa yang mempersiapkan diri dengan baik, dan siapa yang hanya sekedar ikut untuk iseng-2. Beberapa peserta yang nampak kelelahan memutuskan untuk berhenti dan naik ke bis panitia.

Sementara hampir seluruh peserta telah berada di kilometer ke-5 hingga ke-10, Bob Wieland yang berada di urutan paling belakang baru saja menyelesaikan kilometernya yang pertama. Bob berhenti sejenak, membuka kedua sarung tangannya yang sudah koyak, menggantinya dengan yang baru, dan kemudian kembali berlari dengan melempar-lemparkan tubuhnya kedepan dengan kedua tangannya. Ayah Bob yang berada bersama ribuan penonton lainnya tak henti-hentinya berseru “Ayo Bob… Ayo Bob… berlarilah terus”.

Karena keterbatasan fisiknya, Bob hanya mampu berlari sejauh 10 kilometer selama satu hari. Di malam hari, Bob tidur di dalam sleeping bag yang telah disiapkan oleh panitia yang mengikutinya. Akhirnya empat hari telah berlalu, dan kini adalah hari kelima bagi Bob Wieland. Tinggal dua kilometer lagi yang harus ditempuh.

Hingga suatu saat, hanya tinggal 100 meter lagi dari garis finish, Bob jatuh terguling. Fisik Bob benar-benar telah habis saat itu. Bob perlahan-2 bangkit dan membuka kedua sarung tangannya. Nampak disana tangan Bob sudah berdarah-darah. Dokter yang mendampinginya sejenak memeriksanya, dan mengatakan bahwa kondisi Bob sudah parah, bukan karena luka di tangannya saja, namun lebih ke arah kondisi jantung dan pernafasannya.

Sejenak Bob memejamkan mata. Dan di tengah-tengah gemuruh suara penonton yang mendukungnya, samar-samar Bob dapat mendengar suara ayahnya yang berteriak “Ayo Bob, bangkit! Selesaikan apa yang telah kamu mulai. Buka matamu, dan tegakkan badanmu. Lihatlah ke depan, garis finish telah di depan mata. Cepat bangun ! Tunjukkan ke semua orang siapa dirimu, jangan menyerah! Cepat bangkit!!!”

Pelan-pelan Bob mulai membuka matanya kembali. Saat itulah matanya melihat garis finish yang sudah dekat. Semangat mulai membara kembali di dalam dirinya, dan tanpa sarung tangan, Bob melompat- lompat ke depan.
Ya, ayo Bob… satu lompatan lagi, Bob… Capailah apa yang kamu inginkan, Bob!” teriak ayahnya yang terus berlari mendampinginya. Dan satu lompatan terakhir dari Bob membuat tubuhnya melampaui garis finish. Saat itu meledaklah gemuruh dari para penonton yang berada di tempat itu.

Bob Wieland 1986
Foto: Bob Wieland/wikipedia

Bob bukan saja telah menyelesaikan perlombaan itu, Bob bahkan tercatat di Guiness Book of Record sebagai satu-satunya orang cacat yang berhasil menyelesaikan lari marathon.

Beberapa saat kemudian, ketika ada puluhan wartawan yang menemuinya untuk melakukan wawancara, Bob berkata,

Sejak perlombaan ini dimulai, pandangan mata saya selalu tertuju ke garis finish. Dan saya selalu yakin saya akan menyelesaikan lomba ini.

Saya bukan orang yang hebat dan sempurna. Anda lihat, saya tidak punya kaki lagi. Saya hanya menyelesaikan apa yang telah saya mulai. Saya hanya berusaha mencapai apa yang telah saya inginkan. Kebahagiaan yang saya dapatkan adalah dari proses untuk mendapatkannya.

Selama lomba, fisik saya menurun drastis. Tangan saya sudah hancur berdarah-darah, tapi rasa sakit dibatin saya terjadi bukan karena luka itu melainkan ketika saya memalingkan wajah saya ke garis finish. Jadi, saya kembali fokus menatap goal saya. Saya rasa, tidak ada orang yang gagal dalam berlari marathon ini.

TIDAK MASALAH ANDA AKAN MENCAPAINYA DALAM BERAPA LAMA, ASAL ANDA TERUS BERLARI. ANDA DISEBUT GAGAL BILA ANDA BERHENTI. JADI, JANGANLAH BERHENTI SEBELUM TUJUAN ANDA TELAH TERCAPAI.”

Catatan Prestasi Bob Wieland:

  • Bob Wieland adalah Pemegang Rekor Guiness Book of Record sebagai satu-satunya penyandang cacat yang berhasil menyelesaikan lari maraton.
  • Bob Wieland juga berhasil berlari membelah benua Amerika dari pantai timur sampai pantai barat ( sekitar 4800 kilometer – sekitar 5x pulau jawa) dalam waktu 3 tahun 8 bulan 6 hari.

Palajaran dan Hikmah yang bisa kita ambil dari kesuksesan Bob Wieland Mencapai Finish pada Kisah diatas,

  • Bob Wieland memanfaatkan kekuatan FOKUS dalam dirinya untuk terus menatap garis Finish sehingga hal tersebut menjadi motivasi terbesar bagi dirinya untuk terus berjuang hingga berhasil.
  • Hidup tidak selalu bisa berjalan sesuai rencana, terkadang kita sudah berusaha mengerahkan segenap kemampuan kita namun pada akhirnya hasil masih tetap tak sesuai harapan. tetaplah berjuang dan jangan menyerah.
  • Perjuangan harus ada tujuan akhir yang ingin dicapai, jangan berjalan seperti angin yang mudah dibelokan oleh hal yang ia temukan dijalan.
  • Jangan meremehkan kemampuan diri sendiri, jika kita sendiri tidak yakin dengan kemampuan diri bagaimana kita akan bisa memberikan keyakinan pada orang lain kalau kita hebat.
  • Jangan Pernah menyerah memperjuangkan hidupmu, gagal itu biasa, yang luar biasa saat gagal kamu bangkit kembali.
  • Saat diri kita mulai lelah berjuang, ingatlah kembali alasan kita memulai semuanya dan bangkitlah penuh semangat.
  • Jangan perdulikan apa kata orang tentang diri anda, mereka akan mengerti saat kita sudah berhasil nanti.
  • Singkirkan hal-hal yang akan menghambat perjuangan, kurangi melakukan hal yang tidak ada kaitannya dengan tujuan.

Semoga sekilas kisah sejarah hidup seorang Bob Wieland yang bisa berhasil dengan keterbatasan Fisiknya bisa menjadi motivasi hidup bagi kita semua, saya yakin kita yang masih utuh semua anggota tubuh dan sehat bisa jauh lebih berhasil. Never Give Up!.

Baca Juga: Kita Semua Bermula Dari Seorang Pemenang Sejati

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.