Inilah Daftar 14 Perusahaan Investasi Bodong yang Ditutup OJK

0
39

Perusahaan Investasi Bodong

Daftar Perusahaan Investasi Bodong yang perlu diketahui

Investasi saat ini tengah menjadi salah satu hal yang banyak digemari masyarakat. Penahkah kamu mendapatkan penawaran investasi yang memberikan keuntungan menarik per bulannya? Jika Ya, maka berhati-hatilah. Bisa jadi itu termasuk salah satu perusahaan inverstasi bodong. Tentu kamu tidak mau kan, jika uang yang sudah kamu kumpulkan lenyap begitu saja?

Saat  ini Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menghentikan beberapa perusahaan pengelola investasi tanpa izin usaha. OJK menghentikan 14 entitas usaha yang melakukan penghimpunan dana masyarakat secara illegal. Penyetopan tersebut dilakukan melalui Satuan Tugas Penanganan Dugaan Tindakan Melawan Hukum di Bidang Penghimpunan Dana Masyarakat atau Satgas Waspada Investasi.

Menurut Tongan L Tobing, Ketua Satgas Waspada Investasi dalam  siaran pers (23/10/2017) menuturkan bahwa penghentian perusahaan investasi bodong tersebut dengan berbagai pertimbangan, salah satunya tidak adanya izin usaha dan adanya penawaran investasi yang berpotensi akan merugikan masyarakat karena keuntungan yang dijanjikan tidak masuk akal. Adapaun 14 Perusahaan Investasi Bodong tersebut yaitu:

  1. PT Dunia Coin Digital,
  2. PT Indo Snapdeal,
  3. PT Investindo Amazon,
  4. Questra World /Questra World Indonesia,
  5. Dinar Dirham Indonesia atau www.dinardirham.com,
  6. Ahmad Zulkhairi Associatesn LLP (AZA) atau www.azafund.com,
  7. Wujudkan Impian Bersama (WIB) atau PT Global Mitra Group,
  8. PT Mahakarya Sejahtera Indonesia atau PT Multi Sukses Internasional,
  9. PT Azra Fakhri Servistama atau Azrarent.com,
  10. PT Purwa Wacana Tertata atau Share Profit System Coin/SPS Coin.co,
  11. PT Mandiri Financial atau investasisahammandiri.blogspot.co.id,
  12. Tractoventure atau Tracto Venture Netwoek Indonesia,
  13. Komunitas Arisan Mikro Indonesia atau K3 Plus,
  14. Seven Star Internasional Investment.

Petugas Satgas Waspada Investigasi telah melakukan pemanggilan terhadap sejumlah perusahaan investasi bodong untuk dimintai kejelasan legalitas usaha. Namun, dari pemanggilan tersebut ke-14 perusahaan yang tertera tidak hadir.

Laporan OJK Terkait 14 Perusahaan Investasi Bodong

Berikut ini laporan OJK terkait 14 perusahaan investasi bodong:

  • PT Dunia Coin Digital dihentikan usahanya dalam bidang pelatihan maupun edukasi dari produk bitcoin dan jual beli paket bitcoin. Hal tersebut disebabkan karena ketidaklengkapan izin usaha yang dikeluarkan oleh otoritas yang berwenang dan ini dapat berpotensi merugikan masyarakat.
  • PT Indo Snapdeal dihentikan karena perusahaan menawarkan paket keuntungan investasi sebesar 10% hingga 30% per 7 hari. Harga paket investasinya pun mulai dari Rp 1.000.000,00 sampai jumlah tak terhingga. Semua kegiatan yang dilakukan oleh PT Indo Snapdeal pun tidak dilengkapi dengan izin usaha, sehingga sangat berpotensi merugikan masyarakat.
  • Questra World/Questra World Indonesia dihentikan dikarenakan kegiatan usaha yang dilakukan menawarkan keuntungan investasi berbentuk pasif income sebesar 4% hingga 7% per minggunya. Sementara aktif income yang ditawarkan sebesar 5% sampai 15% per bulan. Perusahaan ini juga tidak dilengkapi dengan izin usaha dan dapat menyebabkan kerugian bagi masyarakat.
  • PT Investindo Amazon yang bergerak di bidang perdagangan jangka komoditi dihentikan karena menawarkan keuntungan atau imbal investasi sebesar 15% hingga 25% per 15 hari. Kegiatan yang dilakukan tidak memiliki persetujuan dalam memperdagangkan Produk Perdagangan Berjangka atau Forex.
  • Dinar Dirham Indonesia dihentikan kegiatan usahanya karena menawarkan keuntungan sebesar 8% sampai 15% per 13 hari. Kegiatan usaha yang dilakukan tidak dilengkapi izin usaha dan melanggar peraturan perundang-undangan serta berpotensi merugikan masyarakat.
  • Wujudkan Impian Bersama (WIB) yang dihentikan kegiatan usahanya karena melakukan kegiatan usaha dengan sistem member get member yang menawarkan keuntungan sebesar 5% hingga 15% untuk setiap orang yang berhasil merekrut member baru.
  • Ahmad Zulkhairi Associates LLP (AZA) dihentikan kegiatan usahanya karena menawarkan deposito berjangka sebesar 30% hingga 42% per bulan. Satgas menyampaikan bahwa logo yang OJK yang digunakan AZA tidak memiliki izin.
  • PT Mahakarya Sejahtera Indonesia merupakan perusahaan investasi bodong yang bergerak di bidang pengembangan, pemasaran, hingga pelayanan produk, kesehatan, perawatan, serta kecantikan. Kegitaan usaha yang dilakukan perusahaan ini tidak memiliki izin usaha serta diduga melanggar peraturan perundang-undangan sehingga dapat merugikan masyarakat.
  • PT Azra Fakhri Servistama dihentikan karena menawarkan program titipan mobil dengan jangka 3 tahun dan pada saat penjualan nilai jualnya menjadi 90%. Sementara 10%-nya akan menjadi milik perusahaan. Kegiatan yang dilakukan PT Azra Fakhri Servistama tidak memiliki izin usaha dan diduga telah melakukan pelanggaran perundang-undangan, sehingga berpotensi merugikan masyarakat.
  • Tractoventure/Tracto Venture Network Indonesia yang dihentikan karena melakukan penawaran penggunaan mata uang digital seperti Crypto Currency serta menggunakan sistem multi level marketing dalam melakukan penawaran mata uang tersebut. Kegiatan usaha yang dilakukan tidak memiliki izin usaha dari pihak yang berwenang.
  • PT Purwa Wacana Tertata merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang Bitcoin dan crypto currency. Keuntungan yang ditawarkan dalam bentuk pasif income senilai 1% per hari. Sedangkan Refferal Bonus senilai 10% dan Pairing Bonus 10%. Kegiatan usaha ini juga tidak dilengkapi dengan izin usaha serta melanggar peraturan perundang-undangan yang dapat merugikan masyarakat.
  • Komunitas Arisan Mikro Indonesia atau K3 Plus dihentikan karena kegiatan usaha yang dilakukan tidak memiliki izin usaha dan melanggar peraturan perundang-undangan yang dapat menyebabkan kerugian bagi masyarakat.
  • PT Mandiri Finansial dihentikan karena menawarkan hasil investasi sebesar 10% hingga 500% per bulan. Kegiatan usaha yang dilakukan juga tidak memiliki izin usaha sehingga dapat menyebabkan kerugian bagi masyarakat.
  • Seven Star Internasional Investment harus dihentikan kegiatan usahanya karena memberikan penawaran keuntungan sebesar 53% per 18 bulan. Seven Star Internasional Investment juga tidak memiliki izin usaha dan diduga telah melakukan pelanggaran perundang-undangan yang dapat merugikan masyarakat.

Itulah ke-14 perusahaan investasi bodong yang telah dihentikan oleh OJK. Selain menghentikan 14 perusahaan tersebut, setidaknya OJK telah melakukan penutupan perusahaan investasi yang tidak memiliki izin usaha sebanyak 62 entitas kegiatan usaha sejak Januari 2017. Hal tersebut dilakukan untuk melindungi masyarakat dari kerugian yang dapat muncul sewaktu-waktu.

Baca Juga: 5 Keuntungan Investasi Emas Sebagai Pertimbangan

Untuk itu, tetaplah waspada dalam melilih perusahaan investasi sebelum menyerahkan kekayaanmu ke tempat yang salah. Cari tahu terlebih dahulu profil perusahaan dan latar belakangnya, serta bagaimana legalitas perusahaan. Jika kamu ragu dan takut untuk berinvestasi, maka kamu bisa menggunakan danamu untuk membeli emas. Emas dikenal dengan safe heaven yang bisa kamu beli dan jual secara online tanpa perlu pergi ke Butik Emas Antam.

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.