Asuransi Jiwa InHealth Indonesia Telah Diakuisisi Bank Mandiri

0
578

Sekilas Tentang Bank Mandiri Akuisisi Asuransi Jiwa InHealth Indonesia

Bank Mandiri Akuisisi Asuransi Jiwa InHealth Indonesia
Proses Bank Mandiri Akuisisi Asuransi Jiwa InHealth Indonesia

Kini PT Bank Mandiri (Persero) Tbk melakukan akuisisi terhadap saham PT Asuransi Jiwa InHealth Indonesia yang merupakan PT milik Askes (Persero), yang kini telah mengalami perubahan menjadi BPJS Kesehatan sebesar 80%  yakni senilai 1,75 triliun rupiah. Akuisisi ini telah mendapatkan persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan atau yang disingkat RUPST, bank pelat merah tersebut.

Persetujuan yang dilakukan sebagai bentuk tindak lanjut dari adanya penandatanganan Conditional Share Purchase Agreement atau yang disingkat CSPA, pada tanggal 23 Desember 2014 silam. Penandatanganan tersebut dilakukan antara Bank Mandiri, Kimia Farma, serta Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) dengan PT Askes (Persero) serta Koperasi Bhakti Askes. udah lama bangetkan?…

Dua Langkah Bank Mandiri Akuisisi Asuransi Jiwa InHealth Indonesia

Proses akuisisi dilakukan dalam dua tahap, seperti yang telah disepakati dalam CSPA, yakni di tahap pertama PT Bank Mandiri akan mengakuisisi saham sebesar 60%, Kimia Farma 10%, Jasindo 10%, dan PT Askes sebesar 20%. Untuk tahap kedua, PT Bank Mandiri akan segera membeli saham PT Askes sebesar 20% di InHealth akhir tahun ini.

Menurut direktur utama Bank Mandiri, Budi Gunadi Sadikin, bahwa aksi yang dilakukan akan  menghasilkan BUMN yang positif. Dan ia sangat optimis aksinya melakukan korporasi akan menjadikan InHealth sebagai pemeran utama dalam asuransi kesehatan. Dengan begitu akan memberikan nilai tambah terhadap layanan kesehatan, khususnya di Indonesia.

Budi juga mengungkapkan bahwa peralihan ini nantinya akan memberikan nafas baru bagi InHealth untuk memperkuat suatu bisnis dengan dukungan jaringan distribusi serta customer base yang dimiliki oleh PT Bank Mandiri dan Jasindo serta adanya layanan yang komprehensif milik Kimia Farma. Total spending di bidang healthcare sendiri, akan meningkat hingga 20-25% per tahun termasuk untuk asuransinya. Bahkan jumlah angkatan kerja juga turut meningkat hingga 800ribu sampai 1 juta per tahun. Potensi inilah yang akan diserap dan dikembangkan oleh Bank Mandiri.

Perlu diketahui, InHealth merupakan asuransi kesehatan dengan skema managed care. Hingga Desember 2013, InHealth memiliki 49 Kantor Layanan yang tersebar di Indonesia, serta memiliki lebih dari 4.000 provider kesehatan seperti rumah sakit, apotek, serta dokter rekanan. Bahkan InHealth telah mengalami perkembangan yang positif, dilihat dari jumlah peserta yang mencapai lebih dari 1 juta, dengan pendapatan premi bruto mencapai lebih dari 1,4 trilun rupiah pada bulan Desember 2013 silam.

Dengan hadirnya InHealth, akan memperkuat intregrasi bisnis antara Bank Mandiri dengan anak perusahaan PT Bank Mandiri. Pasalnya, hingga tahun 2013 Bank Mandiir telah memiliki tujuh anak perusahaan  yang memiliki asset mencapai 94,3 triliun rupiah. Jika dibandingkan dengan total asset di tahun 2009 hanya mencapai 28,7 riliun rupiah, artinya telah mengalami peningkatan yang sangat signifikan.

Selain itu, tak hanya menyetujui akuisisi Perusahaan Asuransi Jiwa InHealth, RUPS Tahunan Bank Mandiri juga telah menyetujui 30% untuk pembayaran deviden dari laba bersih di tahun 2013, yakni sebesar 5,461 triliun rupiah atau setara dengan 243 rupiah per lembar saham. Para pemegang saham juga telah menyetujui adanya penggunaan laba bersih sebesar 57,1% atau setara dengan 10,39 triliun rupiah sebagai laba ditahan, yang digunakan untuk memperkuat struktur permodalan dalam ekspansi bisnis perseroan.

Baca Tulisan Lama: Kita Bukanlah Hanya Sekedar Hidup

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.