5 Cara Menjemput Rezeki Dari Allah yang Tidak Disangka Sangka

0
687
Cara Menjemput Rezeki dari Allah yang Tidak Disangka Sangka
Cara Menjemput Rezeki dari Allah yang Tidak Disangka Sangka – Image Ilustration

Cara menjemput rezeki dari Allah yang telah sejak berabad-abad lalu dijanjikan kepada seluruh umat muslim kali ini akan menjadi pembahasan panjang, semoga tidak membosankan anda jika memang ingin bisa menjemput rezeki yang tak terduga dari Allah Ta’ala.

Banyak cara menjemput rezeki Allah menurut versi manusia, namun yang lebih pasti adalah cara dan jalan yang telah diberi petunjuk oleh Allah dan Rasul-NYA, karena itulah sebaik-baik petunjuk cara menjemput rezeki Allah yang tidak disangka-sangka jika kita manusia mau berpikir.

Rezeki, Maut, jodoh semuanya telah ditentukan, walau demikian tidak sedikit hamba yang salah dalam menjemput itu semua hingga rela menempuh cara apa saja yang tidak halal, seperti korupsi, menipu dan mendzolimi saudaranya bahkan rela menjual imannya hanya demi sesuap nasi. Padahal sejak dahulu sekali Allah Ta’ala telah mengabarkan bahwa barang siapa yang beriman dan hanya meminta pertolongan kepada Allah pasti akan mendapatkan kemudahan rezeki.

“Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar”. (Ath-Thalaq : 2).

“Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya”. (Ath-Thalaq : 3)

“Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya”. (Ath-Thalaq : 4).

Seluruh rezeki mahkluk hidup dimuka bumi ini memang telah diatur dan ditentukan oleh Allah سبحانه و تعالى namun demikian tidak seperti air hujan yang turun tanpa diminta melainkan harus dikejar, diusahakan dan dijemput sebagai bukti kalau kita manusia khususnya Hamba Allah سبحانه و تعالى yang pandai mensyukuri nikmat hidup dan mampu bekerja.

Baca: Jangan ragu Untuk Menikah, Janji Allah Akan Melancarkan Rezekimu

Dalam Hal cara Menjemput rezeki dari allah yang tak terduga maupun yang sudah jelas, kita juga harus memperhatikan adab yang benar dalam mencari dan menjemput rezeki dari allah ta’ala agar apa yang kita peroleh dan kita masukan kedalam perut bukan termasuk rezeki yang haram atau disebutkan juga memasukan api kedalam perut.

Berikut ini ada lima cara menjemput rezeki dari Allah yang tidak disangka-sangka agar bisa memperolehnya dengan cara yang halal dan dimudahkan jalannya:

1. Menjemput Rezeki dengan Rajin Mengucapkan Istighfar
Kita semua tahu bahwa salah satu penghalang rezeki kita adalah karena dosa yang kita lakukan, namun demikian Allah juga maha Pengasih dan penyang seluruh HambaNYA, maka dari itu ketika suatu saat kita khilaf melakukan kesalahan segealah mengucap Istighfar sebanyak – banyaknya kepada Allah Sang Maha Pemberi Rezeki.

Firman Allah Ta’ala:
“Hai manusia, ingatlah akan nikmat Allah kepadamu. Adakah Pencipta selain Allah yang dapat memberikan rezki kepada kamu dari langit dan bumi?” (QS. Fathir: 3)

Katakanlah: “Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan dari bumi?” Katakanlah: “Allah.” (QS. Saba’: 24)

Maka Aku berkata (kepada mereka), Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Mahapengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat dan membanyakkan harta dan anak-anakmu dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula didalamnya) untukmu sungai-sungai. (QS. NUH: 10-12).

Firman allah ta’ala diatas pun dipertegas dengan sabda Nabi Muhammad Sholullahu’alaiwassallam:

“Barang siapa memperbanyak Istighfar maka Allah akan membebaskannya dari kedukaan, dan memberinya jalan keluar bagi kesempitannya dan memberinya rezeki dari arah yang tidak diduga-duga”. (Riwayat Abu Dawud).

Rajin melakukan Istighfat bukan hanya dalam keadaan Susah ataupun sempit saja, melainkan ketika lapang maupun sempit istighfat sebaiknya kita kerjakan sebagai manusia yang lemah dihadapan Allah, karena itu meraih hidup kaya dengan istighfar bukanlah hal yang tak mungkin terjadi.

2. Bertakwa Kepada Allah Dimanapun Berada.
Janji Allah tentang rezeki tidak akan mungkin diingkari Oleh-NYA selama seorang Hamba hanya memohon Pertolongan kepada Allah.

Al Imam Ibnu Taimiyah Rahimahullah memberikan kita penjelasan menarik mengenai pengertian takwa. Beliau rahimahullah berkata, “Takwa adalah seseorang beramal ketaatan pada Allah atas cahaya (petunjuk) dari Allah karena mengharap rahmat-Nya dan ia meninggalkan maksiat karena cahaya (petunjuk) dari Allah karena takut akan siksa-Nya. Tidaklah seseorang dikatakan mendekatkan diri pada Allah selain dengan menjalankan kewajiban yang Allah tetapkan dan menunaikan hal-hal yang sunnah.”

Nabi Sholullahu’alaiwassalam Bersabda dalam Hadist Qudsi:
Tidaklah seorang hamba mendekatkan diri pada-Ku dengan amalan wajib yang Aku cintai. Dan hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri pada-Ku dengan amalan sunnah hingga Aku mencintainya.” Inilah hadits shahih yang disebut dengan hadits qudsi diriwayatkan oleh Imam Bukhari.” (Al Majmu’ Al Fatawa, 10: 433)

Artinya Apabila Seorang Muslim tidak menjalankan perintah Allah, terus melakukan maksiat dan enggan bertaubat, maka ia tidak masuk kriteria orang yang bertakwa, apalagi jika ia adalah pelaku kesyirikan yang biasa melariskan tradisi syirik. Yang terakhir ini sangat jauh dari sifat takwa.

Bertaqwa kepada Allah dalam setiap situasi, karena orang yang bertaqwa akan selalu merasa diawasi oleh Allah Ta’ala.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Takwa itu terletak di sini”, sambil beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menunjuk ke dada/hati beliau tiga kali. – Hadist Riwayat Muslim (no. 2564).

Dengan Taqwa Akan menghalangi seseorang untuk berbuat hal – hal yang menympang dari Syari’at, ia tidak akan menghallalkan segara Cara baik koupsi dan sebagainya.

Firman Allah Ta’ala:
“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwan dari kamulah yang dapat mencapainya.” (Qs. al-Hajj: 32).

Dengan bertakwa kepada Allah juga akan mempermudah anda untuk diberikan jalan keluar dari setiap permasalahan anda, dan mendatangkan rezeki yang berkah.Inilah Janji Allah Tentang Rezeki yang dimudahkan kepada seluruh Umat manusia, maka bertakwalah dengan sebenar-benarnya agar impian kita dapat dengan mudah terwuju.

Firman Allah Ta’ala:
“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu”. (QS. At-Thalaq: 2-3).

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam membacakan ayat di atas kepada Abu Dzar Radhiyallahu anhu dan bersabda kepadanya, “Seandainya seluruh manusia mengambil ayat ini maka cukup atas mereka” – Lihat: Tafsiir Ibni Katsiir (VIII/146).

Hadist Nabi Sholullahu’alaiwassalam,
Dari Umar bin al-Khatthab Radhiyallahu anhu , dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seandainya kalian bertawakkal kepada Allâh dengan sungguh-sungguh tawakkal kepada-Nya, sungguh kalian akan diberikan rizki oleh Allâh sebagaimana Dia memberikan rizki kepada burung. Pagi hari burung tersebut keluar dalam keadaan lapar dan pulang di sore hari dalam keadaan kenyang.”

Hadits ini diriwayatkan oleh Ahmad dalam Musnad-nya (I/30, 52); at-Tirmidzi dalam Sunan-nya (no. 2344) dan at-Tirmidzi berkata, ‘Hadits ini hasan shahih’; an-Nasa-i dalam al-Kubra (no. 11805); Ibnu Mâjah dalam Sunan-nya (no. 4164); Ibnul Mubârak dalam Kitab az-Zuhd (no. 559); al-Baghawi dalam Syarhus Sunnah (no. 4108); Abu Ya’la (no. 242); ‘Abd bin Humaid (no. 10); Abu Dawud at-Thayâlisi (no. 51).

Hadits ini dishahihkan oleh Ibnu Hibban (no. 728-at-Ta’lîqâtul Hisân) dan juga dalam Mawâriduz Zham-ân (no. 2548) dan al-Hakim (IV/318). Lihat Silsilah al-Ahâdîts as-Shahîhah (no. 310).

3. Rajin Bersilaturahmi
Tentukan kata Silaturahmi sudah sangat familiar, walaupun terkadang diartikan sebagai berkunjung kepada kerabat dekat atau orang yang sudah dikenal, pemahaman ini tidaklah salah. Namun, arti sebenarnya dari Silatuhim adalah menyambung tali hubungan yang terputus.

Silaturahim Diambil dari dua kata:

  • Silat berati menyambungkan,
  • Ar-rahiim berarti kasih sayang.

Contoh, Apabila ada seseorang yang tidak suka dengan kita atau tidak ingin lagi bertemu dengan Kita, kemudian Kita terlebihdahulu datang kepdanya, maka inilah makna dari silaturrahiim yang sesungguhnya.

Percayalah bahwasanya Jalan Silaturahmi merukan kiat untuk menjemput reziki, karena Nabi Muhammad Sholullahu’alaiwassalam pernah bersabda:

Ketahuilah orang yang ada hubungan nasab denganmu yang engkau harus menyambung hubungan kekerabatan dengannya. Karena sesungguhnya silaturrahim menumbuhkan kecintaan dalam keluarga, memperbanyak harta dan memperpanjang umur.” (HR. Ahmad dishahihkan al-Albani).

4. Menjemput Rezeki dengan Rajin Berinfaq, Shodaqoh, Memberi dengan iklas
Tidaklah sama Arti Infaq dengan Zakat. Infaq tidak ada penentuan dalam hal jumlah artinya kita bisa dengan bebas memberi berapapun nilainya kepada siapapun sesama muslim, karena berinfaq kepada selain muslim tidak akan ada arti apa – apa kecuali kebaikan.

Dalam Hal berinfaq kita dianjurkan untuk melakukannya keada orang terdekat dalam keluarga kita terlebih dahulu baru kepada tetangga dan seterusnya.

Kepada Siapa Kita Berinfaq terlebih dahulu?

Jawabanya sangatlah jelas ada dalam Firman Allah Ta’ala berikut:
“Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan.” Dan apa saja kebaikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya” (QS.Al Baqarah 215).

Firman Allah Ta’ala:
Katakanlah: “Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya)”. Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya.” (QS. Saba’: 39).

5. Menjemput Rezeki Dengan Syukur
Kasih Sayang Allah سبحانه و تعالى maha Luas, tidak sedikitpun makhluk-NYA yang ada dimuka Bumi ini luput dari pengawasannya serta pasti akan diberikan Rezekinya masing – masing.

Begitu besar kasih Sayang Allah hingga Orang diluar islam sekalipun ia berikan Rezeki walaupun apa yang mereka punya didunia ini kelak akan menjadi hujjah dan ancaman bagi mereka karena tidak menyembah Allah سبحانه و تعالى

Percayalah Rezeki Kita tidak akan tertukar dengan siapapun walau sedikt sekalipun, bersyukurlah terhadap apa yang kita miliki dan kita telah dapatkan sekarang ini, karena bersyukur akan membuat nikmat dari Allah semakin Bertambah, itulah janji Allah tentang kekayaan kepada Seluruh Makhluk-NYA.

Firman Allah سبحانه و تعالى :
“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih“. ( QS. Ibrahim: 7).

Demikianlah Ulasan panjang tentang bagaiman cara menjemput rezeki allah yang telah sejak berabad-abad lalu dikabarkan kepada kita semua sebagai hamba-NYA bahwasanya rezeki, kematian, Jodoh semua telah diatur tingga bagaimana cara kita menjemputnya saja apakah ingin cara menjemput rezeki dengan benar atau meniti jalan yang salah. Pada dasarnya Kita manusia diberikan kebebasan memilih hanya saja asal siap menerima segala konsekuensinya nanti di akhirat, Karena apa yang kita perbuat tak luput meski sebiji sawipun dari pengawasan dan pencatatan Malaikat Allat ta’ala yang kelak menjadi pertanggung jawaban kita.

Baca Juga: Jagalah Kehormatanmu, Maka kehormatan Keluargamu akan Terjaga

Semoga bermanfaat untuk menambah ilmu dan menguatkan hati kita agar lebih bersemangat dalam menempuh cara menjemput rezeki dari Allah ta’la, Jika berkenan berbagai manfaat silahkan share atau bagikan artikel ini dan semoga menjadi pahala berlimpah bagimu saudara/iku.

LEAVE A REPLY